Sunday, February 1, 2026
spot_img
HomeTerkiniAkpet Duga Ada Motif di Balik Narasi Tempo soal Mentan Amran

Akpet Duga Ada Motif di Balik Narasi Tempo soal Mentan Amran

Koordinator Aliansi Keadilan Petani (Akpet Nasional), Debi Saputra menilai selama ini Media Tempo telah melakukan framing sesat dengan menarasikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai pejabat yang melakukan pembungkaman pers.

Menurutnya, narasi tersebut tidak memiliki dasar dan bahkan bertolak belakang dengan fakta proses hukum yang sedang berlangsung.

“Logikanya kalau pemerintah atau Mentan mau mepakukan pembungkaman, tentu putusannya memenangkan Pak Amran. Faktanya kan tidak demikian, pers tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada pembungkaman,” ujar Debi, Selasa, 18 November 2025.

Debi menilai bahwa Tempo secara tidak langsung mencoba menggiring persepsi publik seolah-olah pemerintahan dan Kementerian Pertanian sedang menekan kebebasan pers. Padahal, tegasnya, hal itu sama sekali tidak terjadi.

Baca Juga:  Kabar Menteri Retno Marsudi Tegas Usir Rohingya adalah HOAKS

“Padahal tidak ada yang dibungkam. Pers tetap menjadi sahabat strategis dalam mengawal jalanya program pertanian,” katanya.

Debi juga menyinggung adanya dugaan motif kepentingan di balik pemberitaan Tempo. Menurut dia, selama ini terdapat indikasi kuat bahwa media tersebut menginginkan kerja sama proyek dari Kementerian Pertanian. Namun, sejak Mentan Amran melakukan reformasi tata kelola informasi publik, seluruh bentuk kerja sama ditinjau ulang agar lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan.

“Ketika tata kelola informasi diperbaiki dan semua kerjasama dievaluasi, muncul narasi seolah olah ada tekanan terhadap media. Padahal ini murni pembenahan internal untuk memastikan tata kelola yang lebih baik,” katanya.

Baca Juga:  Ketika Kebijakan Pangan Diperketat, Mengapa Isu Miring Muncul Bertubi-tubi?

Mengenai hal ini, Debi meminta publik agar tidak mudah terpengaruh oleh framing yang tidak berdasar dan tetap melihat persoalan secara objektif. “Kita harus menjaga integritas informasi, termasuk dari media yang semestinya menjadi pilar demokrasi,” jelasnya.

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer